'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
Tabligh Akbar
19 Oktober 2019 08:22 WIB | dibaca 46
*TABLIGH AKBAR* *[ Susiyati ]* Samarinda _____ Aktifitas kami malam ini menghadiri Tablig Akbar yang diselenggarakan oleh PDM Berau di masjid Al Ikhsan, pulau Derawan Berau Kalimantan Timur. Diawali dengan Hadrah yang dibawakan oleh ibu-ibu PKK Pulau Derawan berjumlah 20 orang, mereka menggunakan kostum warna hijau lengkap dengan jilbabnya warna hijau berhias kain merah hati. Hadrah sholawatan mereka bawakan dengan sangat semangat malam ini suaranya merdu menggetarkan masjid Pulau Derawan. Tabligh akbar dibawakan oleh Ustadz Indra Cahyadi sekretaris MUI Pulau Derawan dengan tema *Peliharalah Dirimu dan Keluargamu dari api neraka*. Ustadz Indra memberikan penghormatan d kepada Kades, takmir masjid, tokoh masyarakat, ibu-ibu dari LP3, ketua RT ( tadi ikut ikut nyanyi Hadrah), PDM, PDA Berau, PWA. Ustadz Indra Cahyadi memulai ceramahnya dengan menyebut satu persatu yang hadir termasuk pimpinan wilayah Aisyiyah bahkan *nama saya pun disebut, saya sempat kaget ...kok tahu nama saya? Ternyata beliau adalah yang tadi ikut jemput kami di pelabuhan dan mengangkat koper koper Kami. Masya Allah sekretaris MUI menjemput dan mengangkat barang , dan beliau malam ini berdiri di podium untuk memulai tausiahnya, luar biasa.... Ustadz Indra Cahyadi pun menyampaikan kepada hadirin memperkenalkan pada masyarakat umum , siapa itu Aisyiyah dan dia juga menyampaikan bahwa acara ibu-ibu Aisyiyah besok pagi padat sekali maka tausiah malam ini hanya sampai pukul 21.00. Qs. Surah Tahrim ayat 6. _"Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan."_ Firman Allah tersebut disampaikan/ditunjukkan untuk orang-orang yang beriman. Jika surah itu diawali dengan kalimah, "Ya ayyuhalladzina amanu, Wahai orang-orang yang beriman ...maka dilu pada waktu zaman Rasulullah para sahabatnya betul-betul mendengarkan, karena dibalik panggilan itu pasti ada *perintah* atau *larangan yang penting sekali* Apa pesan Allah pada ayat ini yaitu agar kita menjaga diri kita dan keluarga kita dari api neraka. Seolah-olah Allah ingin mengatakan, "wahai Indra, wahai Astuti." Kata Allah, di depanmu ada neraka, di matamu ada neraka, di rumahmu ada neraka, di mana-mana ada neraka, oleh karena itu berhati-hatilah dan selalu waspada untuk menjaga diri dan keluarga. Jika kita sedang membaca al-quran seakan-akan kita ini sedang berdialog kepada Allah. Ustadz Indra pun menceritakan bahwa pertama kali ke pulau Derawan ini pada tahun 1990, kondisinya belum seperti sekarang ini. Dulu, ketika malam-malam keluar rumah membawa senter kemudian jalan kelilingbkampung ini sering menemukan penyu - penyu yang sedang bertelur di pinggir laut, bahkan di jalan-jalan, tetapi sekarang sudah tidak menemukan lagi. Ustadz Indra mengingatkan bahwa tempat-tempat pariwisata di manapun pasti akan memberikan dampak yang luar biasa, baik dampak yang positif maupun dampak yang negatif, dampak yang positif biasanya berupa aset jalan-jalan bagus, alat komunikasi lengkap, ekonomi rakyat setempat meningkat. Tetapi jangan lupa ada juga dampak negatif yang tidak kecil terhadap perubahan mindset, menurunnya akhlak dan moral kita. Hal ini terjadi karena yang datang ke sini ( pulau Derawan) bukan hanya domestik bukan hanya dalam negeri tetapi juga orang-orang luar negeri pun datang ke pulau ini, bukan hanya yang berjilbab seperti Aisyiyah malam, ini tetapi juga orang-orang yang pakaiannya seperti berpakaian tetapi telanjang. Minuman keras, dan budaya yang tidak sesuai dengan budaya islami. Kondisi masyarakat sekitar kita sekarang ini sudah kurang peduli terhadap lingkungan bahkan di lingkungan pendidikan pun sekarang sudah merasa takut untuk mendidik siswanya seperti zaman dulu orang tua atau guru mendidik anak-anaknya dengan sentuhan-sentuhan secara fisik yang bertujuan untuk mengingatkan atau menyadarkan terhadap kesalahan yang dilakukan oleh anak-anak atau siswanya seorang guru sudah cenderung membiarkan siswanya melakukan kesalahan hanya karena takut diperkarakan atau dipolisikan. Firman Allah dalam al-qur'an surah Annisa ayat 9. _"Hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka yang mereka khawatir terhadap kesejahteraan. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertaqwa kepada Allah dan hendaklah Mereka bicara dengan tutur kata yang benar. Ustadz Indra mengakhiri tauziahnya dengan mengajak kita berkehidupan islami terurama di rumah, sbb: 1. Di rumah ada kaligrafi udlami, 2. Di depan rumah ada tulisan _"Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh. 3. Di depan WC ada doa 4. Berdoa sebelum tidur dan setelah bangun, doa setelah pagi setelah subuh. _" Allahumma inni as'aluka ilman naafi'an wa rizqon thoyyiban wa amalan mutaqobal 5. Biasajan salat berjamaah, sholat tahajut, dhuha. 6. Membaca kitabullah dan hadist walaupun hanya beberapa ayat. 7. Usahakan makan bersama. 8. Kalau berbuat salah segera mohon maaf dan mohon ampun ( istighfar ). Di rumah, di sekolah, di tempat kerja biasakan kita dan anak-anak mengawali aktifitas dengan basmalah dan mengakhiri dengan hamdallah. Itulah antara lain cara kita menjaga diri dan keluarga dari api neraka. Semoga Allah mengampuni semua salah, khilaf dan dosa kita serta menerima amal kesolehan kita. Aamiin. ______ Pulau Derawan, masjid Al Ikhlas, 18 Oktober 2019 pukul 21.21. WITE
Shared Post:
Arsip Berita
Berita Terbaru
Berita Terkomentari